UNMUH Barru ikuti Rakerwil Perguruan Tinggi Se-LLDIKTI Wilayah IX di Bandung

Redaksi
11 Apr 2026 04:51
Headline News 0 12
3 menit membaca

Tanggal 9 April 2026 bukan sekadar agenda kunjungan, tetapi momentum kesadaran. Ratusan peserta Rakerwil LLDIKTI Wilayah IX menjejakkan kaki di Telkom University, dan yang terlihat bukan hanya gedung megah, melainkan sebuah sistem yang hidup, bergerak, dan berpikir jauh ke depan. Ini bukan studi banding biasa, ini adalah pertemuan dengan masa depan.

Kampus ini tidak lahir besar, tetapi tumbuh karena berani berubah. Dari fase STT hingga menjadi universitas dengan puluhan program studi dan puluhan ribu mahasiswa, Telkom University mengajarkan satu prinsip penting: kemajuan bukan soal umur institusi, tetapi keberanian meninggalkan zona nyaman. Di saat banyak kampus masih berdebat tentang perubahan, mereka sudah melompat lebih dulu.

Hal-hal kecil di kampus ini justru berbicara besar. Setiap ruang diatur dengan SOP K3, setiap aktivitas terukur, setiap fasilitas tidak hanya indah tetapi aman dan fungsional. Ini bukan soal administrasi, ini soal budaya mutu. Ketika sistem bekerja rapi, maka kepercayaan publik tumbuh tanpa perlu dipaksa.

Di balik semua itu, ada kepemimpinan yang tidak alergi teknologi. Prof. Suyanto tidak hanya berbicara tentang kecerdasan buatan, tetapi menjadikannya arah kebijakan. Pesannya sederhana namun dalam: teknologi bukan ancaman, melainkan alat untuk melompat lebih jauh. Dengan sistem akademik terintegrasi, puluhan ribu mahasiswa dan ribuan dosen dapat dikelola secara presisi. Ini bukan keajaiban, ini hasil dari visi yang dijalankan secara konsisten.

Kunjungan ini menjadi cermin bagi perguruan tinggi di kawasan timur Indonesia. Kepala LLDIKTI Wilayah IX menegaskan bahwa berbagi pengalaman ini adalah langkah percepatan, bukan sekadar kunjungan simbolik. Harapannya jelas: apa yang tumbuh di Bandung harus bisa bersemi di Sulawesi. Tidak harus sama, tetapi harus setara dalam semangat perubahan.

Realitas di lapangan memang tidak mudah. Banyak perguruan tinggi masih tertinggal dalam digitalisasi, kekurangan SDM unggul, dan berjalan dengan sistem lama yang tidak lagi relevan. Namun di sisi lain, peluang terbuka lebar. Dunia pendidikan tinggi sedang bergerak menuju kolaborasi global, inovasi riset, dan tata kelola berbasis data. Siapa yang lambat, akan tertinggal tanpa kompromi.

Berbagai kajian ilmiah telah menegaskan bahwa kunci daya saing perguruan tinggi terletak pada transformasi digital, kepemimpinan inovatif, dan budaya mutu berkelanjutan. Regulasi terbaru pemerintah pun mendorong arah yang sama: otonomi berbasis kinerja, akreditasi berbasis output, dan penguatan riset. Artinya, perubahan bukan lagi pilihan, tetapi keharusan struktural.

Yang paling menarik dari kunjungan ini bukanlah apa yang dilihat, tetapi apa yang dirasakan. Ada kesadaran diam-diam bahwa selama ini banyak kampus berjalan, padahal seharusnya melompat. Ada kenyataan bahwa teknologi sering dianggap beban, padahal ia adalah jembatan menuju lompatan besar.

Dari Bandung, kita tidak hanya membawa catatan, tetapi juga tantangan. Jika Telkom University bisa melompat dengan sistem dan keberanian, maka kampus lain pun bisa. Syaratnya hanya satu: berhenti merasa cukup.

Akhirnya, pertanyaan itu kembali kepada kita semua:
apakah kita masih ingin berjalan pelan, atau sudah siap melompat jauh?

katabarru.com adalah media jaringan (Network) dari katasulsel.com

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x