
MAKASSAR – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Barru mengikuti kegiatan Pengarahan Kebijakan Riset dan Pengembangan Perguruan Tinggi yang digelar pada Selasa, 21 Juli 2026. Kegiatan berlangsung di Auditorium Al-Jibra, Kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI), Kota Makassar, mulai pukul 10.00 WITA hingga selesai.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) ini menghadirkan pemaparan mengenai arah kebijakan riset nasional serta berbagai peluang pendanaan yang tersedia bagi perguruan tinggi. Acara ini menjadi momentum penting bagi LPPM Unmuh Barru untuk memperkuat kapasitas kelembagaan dalam mengelola riset dan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam pengarahannya, Dirjen Risbang Kemdiktisaintek, Fauzan Adziman, menegaskan bahwa transformasi riset nasional tidak lagi bertumpu pada besaran anggaran semata, tetapi pada kecepatan pertumbuhan, kolaborasi, dan keberpihakan pada masalah nyata masyarakat. “Riset tidak boleh berangkat dari sekadar ide akademik di ruang tertutup. LPPM harus turun ke pemda, identifikasi masalah lokus, lalu bangun konsorsium. Di situlah dampaknya,” ujarnya sebagaimana dikutip dalam berbagai kesempatan –
Pemerintah saat ini menyediakan berbagai skema pendanaan riset, termasuk Program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (Kosabangsa), Program Hilirisasi Riset Sinergi, serta Program Riset Kemitraan Internasional –
Pendanaan reguler dapat mencapai Rp 5 miliar per proyek, sementara riset strategis hingga Rp 20 miliar –
Keikutsertaan LPPM Unmuh Barru dalam kegiatan ini sejalan dengan komitmen Unmuh Barru untuk terus meningkatkan kualitas riset dan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan jaringan antar lembaga riset perguruan tinggi di Sulawesi Selatan.
Universitas Muslim Indonesia (UMI) sebagai tuan rumah menunjukkan komitmennya dalam penguatan riset. Sepanjang tahun 2026, UMI berhasil meraih pendanaan riset nasional lebih dari Rp 5,7 miliar untuk 54 judul penelitian dari berbagai skema strategis Kemdiktisaintek –
Dengan mengikuti pengarahan kebijakan ini, LPPM Unmuh Barru diharapkan dapat menyusun strategi riset yang lebih terarah dan kompetitif, sehingga mampu menghasilkan penelitian yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah Kabupaten Barru dan nasional pada umumnya.
katabarru.com adalah media jaringan (Network) dari katasulsel.com


Tidak ada komentar