
Barru – Universitas Muhammadiyah Barru (UNMUH Barru) terus menunjukkan komitmennya untuk berbenah dalam seluruh aspek tata kelola kelembagaan berkelanjutan, salah satunya melalui penguatan sistem pengelolaan keuangan yang transparan, akuntabel, dan profesional. Komitmen tersebut diwujudkan dengan pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) oleh Lembaga Pembinaan dan Pengawasan Keuangan (LPPK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan sebagai bagian dari upaya pembinaan dan peningkatan kualitas tata kelola keuangan universitas 24 – 26 Juli 2026.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi UNMUH Barru dalam memperkuat budaya transparansi dan akuntabilitas di tengah proses transformasi kelembagaan yang terus dilakukan. Monitoring dan Evaluasi tidak dipandang sebagai sekadar proses pemeriksaan, melainkan sebagai ruang pembelajaran, evaluasi, dan penyempurnaan sistem agar pengelolaan keuangan universitas semakin efektif, efisien, serta sesuai dengan prinsip-prinsip Good University Governance.
Tim Monitoring dan Evaluasi LPPK PWM Sulawesi Selatan terdiri atas Bapak Dr. Jamaluddin Majid, S.E., M.Si., CAP., CGRM., Bapak Hasyim M., S.E., M.Si., Ak., CA., Bapak Abd. Salam, S.E., M.Si., dan Bapak Muh. Asrullah Arifin, S.Ak., M.Ak. Selama pelaksanaan kegiatan, tim melakukan penelaahan terhadap sistem administrasi keuangan, pelaporan, pengendalian internal, serta berbagai aspek tata kelola yang menjadi indikator akuntabilitas pengelolaan keuangan di lingkungan Universitas Muhammadiyah Barru.
Rektor Universitas Muhammadiyah Barru menegaskan bahwa pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi ini merupakan bagian dari langkah strategis universitas dalam berbenah dan membangun tata kelola yang semakin baik.
“Universitas Muhammadiyah Barru saat ini sedang berbenah. Kami menyadari bahwa menjadi perguruan tinggi yang unggul harus dimulai dari tata kelola yang baik, termasuk dalam pengelolaan keuangan. Oleh karena itu, Monitoring dan Evaluasi dari LPPK PWM Sulawesi Selatan kami sambut sebagai bentuk pembinaan yang sangat konstruktif untuk memperkuat sistem yang telah berjalan dan menyempurnakan berbagai aspek yang masih perlu ditingkatkan.”

Menurutnya, transparansi dan akuntabilitas merupakan fondasi utama dalam membangun kepercayaan sivitas akademika, masyarakat, pemerintah, serta Persyarikatan Muhammadiyah terhadap pengelolaan universitas.
Ketua Tim Monitoring dan Evaluasi, Bapak Dr. Jamaluddin Majid, S.E., M.Si., CAP., CGRM, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Muhammadiyah dalam memastikan setiap Amal Usaha Muhammadiyah memiliki tata kelola keuangan yang sehat dan akuntabel.
“Monitoring dan Evaluasi bukan bertujuan mencari kekurangan, tetapi menjadi sarana pembinaan agar sistem pengelolaan keuangan terus berkembang menjadi lebih baik. Kami mengapresiasi keterbukaan dan komitmen Universitas Muhammadiyah Barru dalam menerima proses evaluasi sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas tata kelola.”
Sementara itu, Bapak Hasyim M., S.E., M.Si., Ak., CA. menilai bahwa proses pembenahan yang dilakukan universitas merupakan langkah yang tepat untuk membangun institusi yang semakin kredibel.
“Setiap perguruan tinggi harus memiliki sistem administrasi dan pengendalian internal yang kuat. Kami melihat adanya kesungguhan Universitas Muhammadiyah Barru untuk terus melakukan perbaikan sehingga tata kelola keuangan dapat berjalan secara efektif, tertib, dan dapat dipertanggungjawabkan.”
Sedangkan Bapak Muh. Asrullah Arifin, S.Ak., M.Ak. memberikan bimbingan secara langsung terhadap Tim Keuangan Universitas Muhammadiyah Barru selama proses Monitoring dan Evaluasi berlangsung.
Pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi ini menjadi salah satu langkah nyata Universitas Muhammadiyah Barru dalam mempercepat transformasi tata kelola kelembagaan. Berbagai masukan dan rekomendasi dari Tim LPPK PWM Sulawesi Selatan akan menjadi bahan evaluasi sekaligus pijakan dalam menyempurnakan sistem pengelolaan keuangan agar semakin modern, transparan, dan akuntabel.
katabarru.com adalah media jaringan (Network) dari katasulsel.com


Tidak ada komentar