Sidrap Pastikan Seluruh Kasus Campak Tertangani dengan Pendekatan Klinis dan Pemantauan Ketat

Redaksi
5 Mei 2026 04:37
News 0 46
2 menit membaca

SIDRAP — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang menegaskan bahwa seluruh kasus Campak yang terdeteksi hingga saat ini berada dalam kendali sistem layanan kesehatan. Penanganan dilakukan melalui pendekatan klinis terstandar disertai pemantauan ketat berbasis surveilans epidemiologi.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Sidrap, Dr Ishak Kenre, memastikan tidak ada kasus kematian akibat campak di wilayah tersebut. “Semua pasien tertangani sesuai protokol medis. Kami lakukan monitoring berkelanjutan untuk mencegah komplikasi dan penularan lanjutan,” ujarnya.

Data dari Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) Kementerian Kesehatan mencatat 117 kasus suspek sejak Januari hingga pertengahan Mei 2026. Dari jumlah itu, 20 kasus terkonfirmasi positif, didominasi anak usia di bawah 15 tahun. Meski demikian, kemunculan kasus pada kelompok dewasa mulai teridentifikasi sebagai bagian dari dinamika epidemiologis terkini.

Sejumlah pasien dewasa bahkan sempat terlaporkan di RSUD Nene Mallomo, memperkuat indikasi adanya gap imunitas di masyarakat, baik akibat imunisasi yang tidak lengkap maupun penurunan kekebalan tubuh (waning immunity).

Dalam merespons situasi ini, Dinas Kesehatan Sidrap mengedepankan strategi pengendalian berbasis deteksi dini dan respons cepat. Tim puskesmas dikerahkan melakukan penyelidikan epidemiologi, pelacakan kontak (contact tracing), serta pengambilan spesimen untuk konfirmasi laboratorium.

Pendekatan klinis yang diterapkan mencakup manajemen simptomatik, pemantauan tanda vital, serta pencegahan komplikasi seperti pneumonia dan ensefalitis, yang berisiko muncul pada kasus berat. Pasien juga dianjurkan menjalani isolasi mandiri guna memutus rantai transmisi berbasis droplet.

Sebagai bentuk proteksi terhadap tenaga medis, vaksinasi Vaksin MR (Measles-Rubella) tengah digencarkan di sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk di RSUD Arifin Nu’mang. Langkah ini bertujuan membangun imunitas spesifik pada kelompok berisiko tinggi terpapar.

Selain itu, pemerintah daerah telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 400.7.7.1/5/Dinkes/2026 yang menjadi acuan peningkatan kewaspadaan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan. Rumah sakit diminta memperketat skrining, triase pasien infeksius, serta memastikan kesiapan ruang isolasi dan alat pelindung diri (APD).

Penguatan juga dilakukan melalui sistem Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), termasuk penerapan kewaspadaan standar dan kewaspadaan berbasis transmisi (standard and transmission-based precautions) oleh tenaga kesehatan.

Di tingkat masyarakat, edukasi terus digencarkan untuk meningkatkan cakupan imunisasi serta penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Langkah ini dinilai krusial dalam membangun kekebalan kelompok (herd immunity) dan menekan laju penularan.

“Pengendalian campak bukan hanya soal pengobatan, tetapi juga pencegahan. Imunisasi dan kesadaran masyarakat menjadi kunci utama,” tegas Dr Ishak.

Dengan integrasi antara tata laksana klinis, surveilans aktif, dan intervensi kesehatan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Sidrap optimistis penyebaran campak dapat dikendalikan tanpa berkembang menjadi krisis kesehatan yang lebih luas. (*)

katabarru.com adalah media jaringan (Network) dari katasulsel.com

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x